Pemetaan dengan drone menggunakan teknik yang dikenal sebagai fotogrametri, yang merupakan proses mengumpulkan hasil pengukuran dari foto. Inilah bagaimana peta bergerak dan model tiga dimensi dari dunia nyata dibuat. Faktanya, banyak peta yang kita gunakan saat ini dibuat dengan gambar fotogrametri yang diambil dari pesawat berawak dan drone.

Pemetaan drone UAV mirip dengan pemetaan oleh pesawat berawak, dengan satu-satunya perbedaan adalah ketinggian yang lebih rendah, yang memungkinkan untuk menangkap gambar dengan kualitas lebih tinggi.
Ada potensi besar untuk pemetaan menggunakan drone di sektor-sektor seperti real estate, inspeksi infrastruktur, pertanian, pertambangan, dan konstruksi. Pekerjaan Anda akan sangat terbantu dan jauh lebih mudah bila Anda memiliki foto tiga dimensi atau foto detail area proyek dengan pengukuran.
- Fitur utama yang perlu Anda pertimbangkan saat akan membeli drone untuk pemetaan / survei adalah:

• Resolusi kamera dan video
• Waktu penerbangan
• Mode penerbangan yang cerdas dan mudah digunakan
• Portabilitas
• Kapasitas penyimpanan internal
Memilih Drone Pemetaan yang Tepat

Pebisnis yang baru memulai pencarian untuk drone pemetaan sering dibingungkan oleh tipe mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Drone pemetaan yang tepat tergantung pada kebutuhan khusus Anda, jadi mari kita membahas beberapa dasar untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang tepat.
Multi-Rotor vs. Fixed Wing
Ada dua jenis utama model drone untuk pemetaan, yang dikenal sebagai multi-rotor dan fixed wing. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuatnya cocok untuk penggunaan spesifik, jadi Anda harus memahami perbedaan keduanya.
Multi-Rotor

Multi-rotor drone adalah jenis drone yang paling umum untuk membuat peta dan model. Drone ini terbangun dari badan pesawat yang dipasangkan dengan empat motor (kadang-kadang lebih) yang menggerakkan baling-baling yang sesuai. Multi-rotor adalah jenis drone yang paling umum untuk membuat peta dan model. Saat berada di udara, drone ini menggunakan baling-baling dengan irama tetap untuk mengendalikan gerakan mereka dengan mengubah kecepatan setiap rotor. Proses ini mengubah torsi yang dibuat, yang memungkinkan rentang gerak yang sangat unik. Ini memberikan keuntungan spesifik, terutama dalam menangkap gambar di medan yang sulit.
Kelebihan Drone Multi Rotor
- Lincah. Drone multi-rotor dapat menavigasi ruang kecil dengan mudah. Penerima GPS di drone memungkinkan mereka untuk melayang di tempatnya dan mempertahankan jalur yang ditentukan dengan menggunakan titik arah.
- Kemampuan manuver. Drone ini membutuhkan lebih sedikit ruang untuk terbang dan dapat dengan cepat bergerak di sekitar objek untuk pemetaan dan inspeksi yang mudah.
- Pilihan tepat bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas. Anda dapat membeli drone multi-rotor di kisaran harga 20 jutaan, yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan drone fixed wing yang bisa sampai 10 kali lebih mahal.
- Portabilitas. Drone ini tidak memiliki sayap lebar seperti yang dimiliki fixed wing. Beberapa drone multi rotor bahkan dapat dilipat untuk dikemas dalam wadah yang lebih kecil yang membuatnya mudah untuk dibawa kemanapun.
- Mudah dipelajari & digunakan. Mudah diterbangkan dan bermanuver, mampu membuat gerakan ke segala arah, dan mudah dipelajari bagi pemula.
- Kapasitas muatan yang lebih besar. Drone multi-rotor mampu mendukung lebih banyak berat berkat desainnya. Multi rotor mampu membawa sesuatu seperti kamera DSLR atau barang lainnya yang memungkinkan untuk dibawa.
- Akurasi. Tidak peduli apa yang Anda petakan, ketepatan adalah kuncinya, terutama dalam bidang pertanian, dimana Anda harus memiliki kemampuan untuk terbang ke daerah yang perlu Anda perhatikan lebih dekat. Ketika ada area di bidang yang tidak tumbuh sama baiknya dengan yang lain, drone multi-rotor dapat diterbangkan ke tempat itu dengan akurasi total untuk mengambil foto dalam resolusi tinggi yang dekat dan detail untuk membantu mengidentifikasi masalah pada area tersebut.
Kekurangan Drone Multi-Rotor
Kelemahan terbesar drone multi-rotor adalah kecepatan dan ketahanannya yang terbatas. Ini membuat multi rotor tidak layak untuk memetakan area skala yang lebih besar yang membutuhkan pemantauan dengan daya tahan lama, seperti jalan dan jaringan pipa.
- Jangkauan lebih sempit. Ini adalah kekurangan terbesar ketika Anda menerbangkan pesawat multi-rotor karena kebanyakan dari mereka hanya memiliki satu baterai. Anda dapat menerbangkannya selama kurang lebih setengah jam dalam kondisi cuaca yang baik sebelum harus kembali untuk menukar baterai.
- Tidak stabil dalam kondisi berangin - Aerodinamisnya membuat drone multi-rotor sangat rentan terhadap perubahan angin. Jika Anda berencana menggunakan drone di tempat berangin, Anda akan membutuhkan drone multi-rotor yang jauh lebih mahal dan lebih berat.
Fixed Wing

Sama seperti pesawat tradisional, drone fixed wing dirancang agar terlihat lebih seperti pesawat terbang. Fixed wing dibangun dari badan pusat yang memiliki dua sayap dan satu baling-baling. Saat terbang, kedua sayap mengimbangi bobot keseluruhannya, yang membantunya tetap terbang.
Drone fixed wing memang terlihat tidak umum, karena tujuan utamanya adalah untuk memetakan pertanian dan minyak..
Kelebihan Drone Fixed Wing
- Stabilitas yang baik. Desain rangka tetapnya memberikan stabilitas besar saat diterbangkan di daerah berangin kencang, yang membuatnya lebih baik daripada multi-rotor jika Anda berencana untuk terbang di wilayah berangin.
- Jangkauan yang lebih luas. Drone fixed wing dapat terbang untuk jangka waktu yang lebih lama dengan sekali pengisian baterai, yang membuatnya menjadi alat yang luar biasa untuk memetakan area yang luas.
- Penerbangan linier. Drone fixed wing akan sangat bagus untuk penerbangan dalam jarak jauh dengan lintasan lurus, seperti untuk inspeksi pipa.
Kekurangan Fixed Wing
Kekurangan terbesar dari drone fixed wing adalah bahwa mereka tidak mampu melayang diam di satu tempat (hover), yang membuat mereka tidak cocok untuk pekerjaan fotografi. Seperti yang dapat Anda bayangkan, Anda juga harus mempelajari pola untuk peluncuran dan pendaratan, tergantung pada ukurannya. Anda harus memiliki peralatan untuk meluncurkan drone ke udara atau memiliki landasan pacu untuk lepas landas, serta parasut atau landasan pacu untuk memastikan pendaratan yang aman.
- Tidak ramah di kantong. Drone fixed wing lebih mahal, yang dapat memengaruhi pengembalian investasi Anda secara keseluruhan.
- Tidak mudah dibawa-bawa. Fixed wing memiliki sayap yang lebar, untuk menyimpan dan membawanya Anda perlu membongkarnya dan kemudian dimasukan ke dalam peti besar. Anda harus merakitnya kembali setiap akan diterbangkan.
- Kurang efisien untuk pemetaan di area yang tumpang tindih. Drone ini tidak cocok untuk pemetaan di mana banyak belokan diperlukan untuk mencapai pola kisi yang terjadi ketika area target tumpang tindih.
Pilih yang mana?

Jika Anda berencana untuk memetakan area yang lebih kecil atau membuat model struktur 3D, maka drone multi-rotor paling cocok untuk proyek-proyek ini. Namun, jika Anda berencana untuk memetakan area besar yang terdiri dari ratusan atau ribuan hektar atau terbang di sepanjang jalur linier seperti jalan raya atau jalur pipa, maka drone fixed wing adalah yang terbaik untuk pekerjaan itu.
