Teknik Resection dan Backsight pada Total Station

Posted By: Admin plazagps Di: News & info On: Saturday, August 9, 2025 Views: 1885

Artikel ini mengulas dua metode dasar dalam pengoperasian Total Station, yaitu Resection dan Backsight, yang sering digunakan untuk menetapkan posisi dan orientasi alat di lapangan.

1. Teknik Resection

Definisi:
Resection adalah metode penentuan posisi alat Total Station di titik yang koordinatnya belum diketahui, dengan cara mengukur sudut dan/atau jarak ke dua atau lebih titik yang koordinatnya sudah diketahui (titik kontrol).

Kapan digunakan:

  • Saat tidak memungkinkan mendirikan alat di titik yang koordinatnya sudah diketahui.

  • Saat survei di lokasi yang sempit atau sulit (misalnya di tengah lapangan atau lokasi proyek yang padat).

Prinsip Kerja:

  1. Dirikan Total Station di titik yang ingin ditentukan posisinya.

  2. Bidik minimal 2 titik kontrol yang koordinatnya sudah diketahui (lebih baik 3 atau lebih untuk akurasi).

  3. Ukur sudut horizontal dan/atau jarak ke titik-titik tersebut.

  4. Total Station atau software akan menghitung koordinat titik alat (Station Point) secara otomatis.

Keuntungan:

  • Fleksibel, tidak perlu mendirikan alat di titik kontrol langsung.

  • Bisa dilakukan meski lokasi terhalang atau akses ke titik kontrol sulit.

Kekurangan:

  • Akurasi sangat bergantung pada jumlah dan kualitas titik kontrol yang digunakan.

  • Minimal dua titik, tetapi tiga atau lebih jauh lebih stabil.

2. Teknik Backsight

Definisi:
Backsight adalah metode penentuan orientasi azimuth (arah referensi) Total Station dengan cara membidik satu titik yang koordinatnya sudah diketahui dari titik stasiun yang juga sudah diketahui koordinatnya.

Kapan digunakan:

  • Saat kita sudah berada di titik kontrol yang diketahui koordinatnya, dan ingin menentukan arah pengukuran.

  • Digunakan di awal pengukuran untuk menetapkan arah nol sudut horizontal.

Prinsip Kerja:

  1. Dirikan Total Station di titik kontrol (Station Point) yang koordinatnya diketahui.

  2. Pilih titik lain (Backsight Point) yang koordinatnya juga diketahui.

  3. Bidik titik backsight, masukkan koordinatnya, lalu atur sudut horizontal (biasanya ke 0° atau azimuth yang sesuai).

  4. Setelah orientasi arah ini, pengukuran ke titik-titik lain dapat dilakukan dengan acuan sudut yang konsisten.

Keuntungan:

  • Cepat dan akurat untuk orientasi arah.

  • Cocok digunakan untuk pengukuran terikat (tied survey) yang butuh kesinambungan koordinat.

Kekurangan:

  • Hanya bisa dilakukan jika titik alat dan titik backsight keduanya diketahui koordinatnya.

  • Tidak bisa menentukan koordinat titik alat jika titiknya belum diketahui (beda dengan resection).

Perbedaan Singkat:

AspekResectionBacksight
TujuanMenentukan koordinat titik alatMenentukan orientasi arah pengukuran
Syarat titik alatKoordinat belum diketahuiKoordinat sudah diketahui
Titik referensiMinimal 2 titik kontrol (lebih baik 3+)1 titik kontrol
Output utamaKoordinat titik alatAzimuth/sudut horizontal referensi
Kapan dipakaiSaat stasiun berada di titik baruSaat stasiun di titik kontrol
Share Arikel :