Ketika DJI bekerjasama dengan Hasselblad, sepertinya terlihat sebagai pasangan yang agak tidak sesuai. Namun sekarang, strategi mereka mulai terlihat. Mavic 2 Pro adalah drone pertama yang secara serius mengintegrasikan teknologi kedua perusahaan dengan memasang kamera Hasselblad ke drone DJI. Hasilnya, tidak hanya kualitas videonya yang luar biasa, tetapi juga lebih baik dalam melacak subjek. Ada juga Mavic 2 Zoom yang perlu dipertimbangkan, ia adalah saudara Mavic 2 Pro yang tak kalah keren.
Mavic 2 Pro dan Zoom keduanya identik, hanya berbeda dari opsi kameranya saja. Keduanya mempertahankan desain lipat yang sama dengan Mavic Pro generasi sebelumnya, tetapi sedikit lebih besar dan lebih berat. Mungkin Anda tidak mengharapkan bahwa Mavic 2 Pro ternyata lebih berat, tetapi apa yang Anda dapatkan sebagai imbalannya cukup besar: baterai yang lebih besar dengan waktu penerbangan hingga 31 menit (dalam pengujian saya, rata-rata 25 menit) dan kemampuan untuk melakukan perjalanan dan melacak objek hingga 45 mil per jam.

Keunggulan Mavic 2 Pro yang paling penting adalah sensor baru yang memberikan penghindaran hambatan omnidirectional. Tidak hanya itu, versi ActiveTrack yang diperbarui — sekarang ActiveTrack 2.0 — dapat memprediksi ke mana Anda akan pergi. Jika sebelumnya drone akan berhenti dan melayang di tempat jika menemui hambatan saat melacak Anda dan Anda harus mengambil kendali jarak jauh mengarahkannya ke tempat yang aman, dengan versi baru jika drone bertemu cabang pohon, ia akan berkeliling dan terus melacak Anda. Ini bekerja dengan sangat baik.
Secara umum, Mavic 2 hanya terasa lebih halus dari generasi pertama. Terdapat sedikit goyangan di tiap sendinya. Penutup lensa lebih mudah digunakan dan benar-benar mengunci gimbal pada tempatnya. Secara signifikan, remot kontrolnya tampak memiliki jangkauan yang lebih luas. Bahkan saya masih mendapatkan video yang solid dan real-time saat drone berada lebih dari 3 mil dari tempat saya berada.
Salah satu fitur baru yang sangat menarik dalam drone ini adalah Hyperlapse, DJI telah menciptakan mode Hyperlapse baru dengan empat opsi terbang: lingkari subjek yang dituju ; terkunci (di mana Anda memilih arah dan drone terbang ke arahnya); waypoints dan terbang bebas. Selain itu, terdapat beberapa fitur keren seperti kemampuan untuk mengontrol berapa lama video akan selesai sesuai yang Anda inginkan dan beberapa cara pintar mengendalikan drone saat memotret hyperlapse.
Mavic 2 Zoom vs 2 Pro
Perbedaan antara kedua drone ini ada di kamera. Zoom memiliki kamera yang sangat baik dengan kemampuan 2x optical zoom — setara 24mm hingga 48mm — dan Anda bisa mendorongnya hingga 96mm jika Anda memotret pada 1080p dan tidak perlu sedikit zoom digital. Ini adalah fitur keren yang akan berguna untuk memfilmkan objek yang sulit Anda capai, seperti hewan di alam bebas yang tidak bisa Anda dekati.
Hal ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan bidikan dolly-zoom yang diprogram sebelumnya. Ini menghasilkan efek yang sangat keren, tetapi hanya jika Anda memiliki latar belakang yang tepat. Dolly-zoom akan menarik drone ke belakang saat kamera memperbesar subjek, menjaga subjek pada ukuran yang sama di dalam bingkai, sementara latar belakang tampak mendekat. Zoom juga merupakan mode "Resolusi Super" untuk foto, yang memperbesar dan secara otomatis menyatukan sembilan foto menjadi satu 48-megapiksel dengan detail yang sangat mengesankan. Cukup rapi, tetapi hanya untuk subjek diam atau pemandangan jauh.
Drone dengan Penghindar Hambatan Terbaik
Untuk Mavic 2 Pro, DJI bermitra dengan pembuat kamera high-end Hasselblad untuk membangun kamera dengan sensor satu inci. Itu empat kali lebih besar dari sensor gambar pada Zoom, dan perbedaannya mencolok. Jauh lebih baik dalam pencahayaan rendah, dan ISO maksnya (sensitivitas sensornya) meningkat dari 3200 menjadi 12.800. Mavic 2 Pro juga dapat menangkap gambar 10-bit 4K Dlog-M pada 100Mbps.
Bahkan jika Anda membiarkan semuanya otomatis, Anda masih mendapatkan hasil yang menakjubkan. Sebagian besar video yang saya ambil adalah dengan pengaturan standar, karena saya pikir itulah cara sebagian besar konsumen akan menggunakannya, setidaknya untuk pemula. Detailnya masih luar biasa, warnanya tegas, dan semuanya memiliki khas sinematik.
Kesimpulan
Jadi apa kesimpulannya? Mari kita putuskan. Mavic 2 Pro akan memberi Anda gambar dengan detail menakjubkan dan kejernihan serta video HDR dengan warna-warna cerah, tak peduli seberapa cerah atau redupnya lingkungan. Tetapi jika Anda lebih membutuhkan drone dengan zoom lebar dan fungsi fokus cepat atau yang dapat merekam video yang tampak sinematik dengan efek visual yang menakjubkan, Mavic 2 Zoom mungkin menjadi pilihan yang tepat.
Sementara itu, Mavic 2 Pro dibanderol dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan Mavic 2 Zoom, namun menyajikan kualitas gambar sangat bagus sehingga ketika dikombinasikan dengan fitur pelacakan yang sudah ditingkatkan dan penghindaran rintangan omnidirectional, Mavic 2 Pro menjadi rekomendasi terbaik.
