Langkah-langkah Setting Base dan Rover GNSS di Lapangan

Posted By: Admin plazagps Di: News & info On: Wednesday, August 6, 2025 Views: 1119

Artikel ini membahas secara rinci tahapan setting perangkat GNSS dengan metode RTK, mulai dari penempatan base station, pemasangan rover, hingga pengaturan komunikasi antar perangkat melalui radio internal, eksternal, atau jaringan internet (NTRIP). Disertai tips praktis, kesalahan umum yang perlu dihindari, serta rekomendasi pengaturan optimal agar mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan efisien. Panduan ini cocok digunakan untuk pekerjaan survei topografi, pemetaan lahan, hingga kebutuhan konstruksi.

Berikut adalah panduan lengkap dan mendetail untuk artikel "Langkah-langkah Setting Base dan Rover di Lapangan" menggunakan perangkat GNSS dengan metode RTK (Real Time Kinematic). Panduan ini berlaku untuk perangkat dari berbagai merek (seperti Hi-Target, Gintec, Trimble, Topcon, dll), dan bisa disesuaikan dengan alat yang digunakan

1. Persiapan Awal

Sebelum memulai pengaturan, pastikan hal-hal berikut:

  • Semua perangkat GNSS (Base & Rover) terisi penuh baterainya.

  • Antena GNSS, tribrach, pole/tongkat ukur, controller/tablet, dan tripod dalam kondisi siap pakai.

  • Lokasi kerja sudah ditentukan, dan terdapat koneksi radio/NTRIP atau komunikasi lainnya.

2. Menentukan Lokasi Base Station

Pilih lokasi base yang:

  • Terbuka dan bebas halangan (clear sky view).

  • Jauh dari gangguan sinyal seperti tower listrik, gedung tinggi, atau pepohonan rapat.

  • Stabil dan tidak mudah terganggu orang lalu lalang.

3. Pemasangan Base Station

Langkah-langkah:

  1. Dirikan tripod dengan stabil.

  2. Pasang antena GNSS pada tribrach dan letakkan di atas tripod.

  3. Nivellasi tribrach agar posisi antena benar-benar datar.

  4. Ukur tinggi antena dari tanah atau titik referensi ke ARP (Antena Reference Point).

  5. Hidupkan perangkat base.

4. Setting Koordinat Base

Ada dua cara:

a. Base dengan Koordinat Diketahui (Static Point)

  • Masukkan koordinat manual ke perangkat (X, Y, Z / Latitude, Longitude, Elevasi).

  • Biasanya digunakan jika titik base sudah disurvei sebelumnya.

b. Base dengan Auto Survey (Base Baru)

  • Aktifkan mode survey-in pada controller atau alat base.

  • Alat akan menghitung posisi berdasarkan waktu tertentu (misal 300 detik).

  • Setelah selesai, koordinat otomatis digunakan sebagai referensi base.

5. Pengaturan Komunikasi Base ke Rover

Ada 3 jenis koneksi umum:

a. Radio Internal

  • Umumnya langsung aktif di perangkat.

  • Pilih channel frekuensi, protokol (misal: Trimtalk, Satel, PCC), dan daya pancar.

  • Pastikan setting ini dicatat untuk disamakan dengan rover.

b. Radio Eksternal

  • Hubungkan radio ke base melalui kabel data/power.

  • Atur frekuensi dan protokol sesuai radio.

  • Aktifkan output koreksi RTCM dari base.

c. NTRIP Caster (Internet RTK)

  • Gunakan SIM Card yang aktif pada controller.

  • Masuk ke setting NTRIP caster, masukkan alamat, port, username & password.

  • Umumnya digunakan jika base jauh dan pengiriman koreksi via internet.

6. Setting Unit Rover

Langkah-langkah:

  1. Hidupkan perangkat rover dan controller.

  2. Hubungkan ke perangkat rover (via Bluetooth/WiFi).

  3. Masuk ke mode RTK Rover.

  4. Pilih sumber koreksi sesuai metode:

    • Radio internal: masukkan frekuensi & protokol yang sama dengan base.

    • Radio eksternal: sambungkan ke radio dan sesuaikan setting.

    • NTRIP: masukkan akun caster dan mountpoint yang sesuai.

  5. Pastikan rover menerima sinyal koreksi (status RTK: FIXED untuk hasil terbaik).

  6. Rover siap digunakan untuk pengukuran titik.

7. Pengukuran & Verifikasi

  • Mulai pengukuran titik atau garis dengan status FIXED (akurasi tinggi, cm level).

  • Pastikan tinggi antena rover dimasukkan sesuai kondisi di lapangan.

  • Lakukan pengecekan silang (recheck) ke titik base atau benchmark untuk memastikan akurasi.

8. Tips Tambahan

  • Catat semua setting (koordinat base, channel, protokol) untuk keperluan replikasi di hari berikutnya.

  • Backup data setelah selesai pekerjaan.

  • Hindari mengubah posisi base selama proses pengukuran berlangsung.

  • Selalu cek status satelit dan koreksi secara berkala di controller.

Penutup

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, proses setting base dan rover di lapangan akan berjalan lebih efisien dan menghasilkan data yang akurat. Ini merupakan prosedur penting dalam kegiatan survei topografi, pemetaan lahan, atau pekerjaan konstruksi yang memerlukan data presisi tinggi.

Share Arikel :